Meditasiku::Dalam Keheningan Datanglah Pengertian

•April 19, 2007 • 3 Komentar

Dalam Keheningan Datanglah Pengertian
Dalam Pengertian Datanglah Kebijaksanaan
Dalam Kebijaksanaan Datanglah Perbuatan Yang Tepat.

(Dalam Kebijaksanaan Dapat Melakukan Perbuatan Yang Tepat)

Meditasiku::Kisah Tentang Visi & Kegigihan

•Maret 22, 2007 • 3 Komentar

Pada tahun 2006 ketika Tim Olimpiade Fisika Indonesia mendapat juara pertama dalam kejuaraan dunia di Singapura. Banyak pujian datang dari berbagai negara. Tapi bagaimana kisah dibalik kesuksesan itu? Ternyata dapat dipahami dalam 2 kata kunci yaitu tentang visi dan kegigihan.

Apa yang dicapai tim Indonesia ternyata sudah di visi-kan oleh Yohanes Surya sekitar 9 tahun yang lalu ketika baru mengelola Tim Olimpiade Fisika Indonesia. Di saat Indonesia masih menjadi anak bawang dia sudah membayangkan bahwa suatu saat Indonesia akan menjadi juara umum. Akan tetapi sebuah visi saja tanpa upaya , tanpa kegigihan mungkin saja hanya tinggal sebuah visi

Mengambil momen dari keberhasilan Tim Olimpiade Fisika Indonesia maka pada tahun 2006 juga Yohanes Suryo meluncurkan buku yang berjudul ‘Mestakung:Rahasia Sukses Juara Dunia Olimpiade Fisika’. Apa itu mestakung?

Menurut Yohanes,Mestakung adalah singkatan dari ‘se-MESTA mendu-KUNG’. Artinya, ketika sesuatu sistem berada pada kondisi kritis, segala sesuatu di dalam sistem itu akan mengatur dirinya sendiri tanpa paksaan. Di dalam pengaturan tersebut, tiap-tiap bagian sistem itu secara serentak bergerak bahu-membahu untuk keluar dari kondisi kritis, sehingga menghasilkan suatu terobosan baru yang luar biasa. Alam sekitar pun turut mendukung. Ini berlaku pada setiap makhluk hidup serta alam sekitar pada kondisi kritis.

Ada tiga hal utama agar Mestakung itu terjadi. Pertama, menciptakan kondisi kritis. Yakni, dengan memasang target atau sasaran setinggi mungkin, sebagai upaya untuk merangsang Mestakung bekerja. Kedua, ketika sudah berada pada kondisi kritis, harus melangkah. Sambil melangkah itu, juga harus sering dibicarakan sasaran atau mimpi sebanyak mungkin pada orang lain. Ketiga, selama proses keluar dari kondisi kritis, harus bersikap tekun dan jeli, untuk melihat bagaimana semesta mendukung. “Jadi, kalau mau sukses, ciptakan kondisi ‘KRI-tis, me-LANG-kah, dan te-KUN’, disingkat ‘Krilangkun”.

Jika seorang seperti Yohanes Surya mampu mereleksikan seluruh pengalaman keberhasilannya dalam sebuah buku tidak semua orang heran. Akan tetapi pernahkah anda membayangkan jika seorang TKW di Hongkong yang telah seharian bekerja tapi mampu menulis sebuah buku?

Adalah Eni Kusuma yang disaat istirahat sebentar dari tugas-tugasnya sebagai pembantu rumah tangga di sebuah keluarga di Hongkong mampu secara terus menerus menulis dan saat ini hasil tulisannya telah menjadi sebuah buku yang berjudul ‘Anda Luar Biasa’. Menulis dan menghasilkan sebuah buku bagi seorang yang sehari-harinya bukan seorang penulis tentu membutuhkan visi dan kegigihan.

Yang sangat menarik adalah Eni Kusuma menuliskan semuanya itu menggunakan PC dari sebuah kafe yang tidak jauh dari tempat tinggal, tanpa harus memiliki sebuah laptop seperti yang sedang akan dibagikan kepada setiap anggota DPR.

Jennie S. Bev seorang Indonesia yang sudah cukup berhasil dalam menjalankan profesinya sebagai penulis buku elektronik(E-Book) di AS menuliskan kata pengantarnya untuk buku Eni Kusuma.

“Pertama kali saya kenal Eni ketika saya menerima e-mail darinya, yang isinya menanggapi artikel saya di Pembelajar.com. Setelah itu, saya sering membaca artikel-artikelnya di situs yang sama. Dan, dari situ pula saya mengenalnya sebagai seorang wanita muda penuh bakat dan pemberani, yang sekarang sedang bekerja sebagai pembantu rumah tangga (TKW) di Hong Kong. Sejak itu, kami sering kontak via e-mail dan milis sampai hari ini.

Kami mempunyai banyak sekali persamaan, seperti sama-sama gemar menulis, sama-sama sedang merantau di tanah asing, senang belajar, pernah menjadi bintang pelajar di sekolah menengah, senang membaca, menganggap semua orang adalah equal, memandang dunia dari kacamata “humor”, dan mempunyai mindset tentang sukses yang sama yaitu “Sukses bukanlah tujuan, bukan pula perjalanan. Saya adalah sukses, sukses adalah saya.”

Begitu banyak persamaan kami, sehingga saya tidak pernah melihat perbedaan kami dari segi fisik, profesi, dan materi. Warna kulit saya yang lebih kuning karena saya adalah keturunan etnis Tionghoa, tidak menjadi penghalang bagi saya untuk mengapresiasi, bahkan mengagumi perjuangan dan kegigihan seorang Eni Kusuma yang sedang merantau di Hong Kong. Di mata saya, Eni adalah rekan sederajat yang sarat dengan bakat dan kebaikan hati.

Saya sendiri tidak pernah memandang status, profesi, kelas sosial, dan kelas ekonomi sebagai penghalang dalam membina hubungan persahabatan. Malah, saya paling sebal dengan mereka yang mengaku sebagai orang berpendidikan dan kaya raya namun banyak tingkah dan merasa diri paling benar.

Buku Anda Luar Biasa!!! ini merupakan kumpulan tulisan Eni yang pernah dimuat di berbagai media, termasuk di Pembelajar.com, situs motivasi paling digemari di Indonesia. Kemampuannya mencerna kejadian-kejadian sehari-hari secara objektif untuk dituangkan dalam bentuk kisah-kisah motivasional ringan merupakan kelebihan utama penulis.

Dengan memandang dunia dari “kacamata seorang pembantu”, Eni mampu secara jernih dan objektif menalar seperti apa sukses itu sebenarnya, serta bagaimana perjuangan seseorang dalam hidup itu semestinya. Judul buku ini sendiri mencerminkan betapa penulisnya memandang dunia dalam kacamata luar biasa positif. Dan, ini dapat kita jadikan contoh untuk maju.

Hebatnya, tidak satu kali pun saya merasakan tulisan-tulisannya sebagai cerminan seorang “bodoh” yang merupakan stigma dari para pembantu rumah tangga pada umumnya. Sebaliknya, segala kemampuannya terproyeksikan keluar dengan sendiri, dan begitu alami.………….”

Meditasiku::Peristiwa Kematian

•Maret 17, 2007 • 3 Komentar

Bencana  hampir selalu hadir  setiap saat di Indonesia. Semenjak  tsunami yang melanda Aceh dan Nias maka  bencana alam dan kecelakaan silih berganti datangnya. Dalam moment itu  hadir pula peristiwa kematian.

Hari ini bersama teman-teman sahabat meditasi usada kami memperingati meninggalnya ibu Roswita Komar.  Almarhum adalah salah satu asisten meditasi bali usada yang meninggal pada hari kamis tgl 14 Maret 2007. Dari penuturan teman dan para sahabatnya juga anaknya, almarhum adalah orang yang baik. Menolong menyembuhkan orang lain secara tulus. Betapa Ibu Komar rajin mendatangi mereka yg sakit. Membantu menyembuhkan dengan mengajaknya bermeditasi. Bahkan kadang-kadang anak-anaknya sulit bertemu dengan sang ibu karena kesibukannya melatih dan menyembuhkan.

Isak tangis yang mewarnai acara pemakaman dan juga dalam acara mengenang beliau adalah isak tangis bagi diri kita sendiri. Dapatkah kita menjadi orang baik ketika meninggalkan dunia ini?

Meditasiku:: Alam

•Maret 14, 2007 • 5 Komentar

Alam adalah sahabatku sejak kecil. Seringkali saya berpikir bahwa alamlah yang telah membesarkan saya selain buku-buku yang saya baca. Waktu kecil praktis ibu selalu membiarkan saya bermain dimana saja.

Nuansa alam memungkinkan saya mampu mengakses memori masa kecil sehingga memundurkan Sang Waktu. Saat itu, saya tinggal di sebuah kota yang indah di papua bersama kedua orang tua dan saudara-saudara yang lain. Paradoksnya adalah bahwa keindahan kota itu justru baru dirasakan ketika saya sudah tidak tinggal di kota itu lagi.

Jayapura nama kota itu adalah sebuah kota di tepi pantai. Ia adalah perpaduan antara pantai dengan laut dan teluk dengan pegunungan. Jika kita berada di daerah angkasa yang merupakan dataran tinggi di jayapura maka dapat sepuas-puasnya memandang kota jayapura yang dengan teluknya yang indah atau memandang tanpa batas ke samudra pasifik.

Hampir setiap sore sehabis pulang sekolah pantai dan sungai menjadi tempat bermainku. Kadang bersama teman-teman atau saudara tapi lebih sering sendirian. Kesendirian yang terpupuk sejak kecillah inilah yang membekas hinggqa kini. Saya senang dalam kesendirian bersama alam semesta. (Setelah saya timbang-timbang kalimat yang tepat adalah Saya senang dalam kebersamaan bersama Sang  Semesta, 19 April 2006)

Meditasiku::Tertawa

•Januari 18, 2007 • 2 Komentar

Aku seringkali tertawa. Tertawa terhadap kelucuan. Tertawa terhadap kesedihan atau kegembiraan. Atau kadang tertawa terhadap kebodohan. Dan aku suka tertawa terbahak-bahak. Tertawa adalah membebaskan

Meditasiku::Rumah

•Januari 17, 2007 • 1 Komentar

Rumah Kelurga Di Yogya, 27 Desember 2006

(2)

Sebuah rumah tinggal tanpa tanaman sepertinya tidak lengkap. Aku selalu ingat dengan ibuku yang setiap pagi atau sore selalu rajin menengok tanaman2 di rumah. Sepertinya tanpa bercengkerama dengan tanaman tidak lengkaplah apa yang dilakukan ibu seharian. Aku juga sesekali pernah membayangkan bahwa kalau aku memiliki rumah sendiri pasti aku akan seperti ibuku, memelihara berbagai tanaman di sekeliling rumah.

Tanamanpun pada dasarnya senang mendapat perhatian. Sehingga tidak heranlah jika dia tumbuh dengan baik dan cepat jika kita sering bercengkerama dengannya. Banyak hal di dunia ini yang  tidak hanya bisa dipahami semata-mata dengan kacamata rasionalitas saja. Dibutuhkan intuisi untuk mendapat pengertian tentang suatu hal. Dibutuhkan  sesuatu yang melebihi rasionalitas. Seperti halnya banyak hal-hal antara surga dan bumi yang tidak dapat dipahami oleh manusia.

Setahun yang lalu aku mendapat pekerjaan temporer di kota tempat ibuku tinggal. Disana aku selalu bangun pagi. Biasanya aku akan memetik bunga2 melati. Menyenangkan merasakan wanginya dengan bau embun pagi. Aku juga senang dengan terpaan matahari pagi karena menyehatkan. Ia memberikan zat2 yang dibutuhkan oleh tubuhku

Meditasiku::harapan

•Januari 16, 2007 • 3 Komentar

(1)
Harapan selalu datang tanpa pernah memberi tahu. Begitupula hujan di kotaku. Selalu datang dengan tiba-tiba. Hari ini, tanpa di sangka-sangka dia datang begitu saja dalam kehidupanku.

Seringkali intuisi tentang situasi yang akan ku-alami di masa depan datang menghampiriku begitu saja Intuisi itu memberi tahuku akan ada sebuah peristiwa yang akan terjadi tapi aku tidak pernah tahu bagaimana detailnya. Setelah beberapa kali mengalami peristiwa ini aku sependapat bahwa kita hanya perlu memikirkan sesuatu hal yang kita inginkan dan biarkanlah alam menyelesaikan detailnya.

Malam telah datang begitu saja. Kesunyian mengalir lembut sehingga yang terdengar hanyalah suara nafasku , detak jantungku dan derik binatang-binatang malam.

Kesunyian tidak selamanya mencekam. Malam ini ia membantu menenangkan perasaanku. Percikan-percikan ingatan yang tidak menyenangkan hadir mengalir sambung menyambung. Yang agak berbeda malam ini ia tidak membuatku sedih atau kecewa. Perasaanku biasa-biasa saja menanggapi peristiwa-peristiwa itu. Aneh juga rasanya. Padahal beberapa hari lalu perasaanku tidak enak jika mengalami dejavu atas peristiwa-peristiwa itu.

Meditasi akan mengarahkan diriku untuk berpikir pada saat ini bukan tenggelam pada masa lalu atau mencemaskan masa depan. Tapi meditasi juga bukan berarti melupakan masa lalu atau menghindari berpikir tentang masa depan. Meditasi akan membuat diriku bersikap kontekstual. Lebih realistis menghadapi perubahan roda kehidupan ini.

Peristiwa apapun yang aku alami aku harus menyikapi dengan tenang. Bagiku setiap peristiwa yang aku alami selalu membawa pesan. Upayaku adalah berusaha menangkap makna dari peristiwa-peristiwa itu.

Semenjak berlatih meditasi sedikit demi sedikit aku cukup berhasil melepaskan pikiran negatifku. Ketika muncul bisul-bisul disekucur tubuhku hanya beberapa minggu setelah berlatih meditasi guru meditasiku mengatakan bahwa bisul-bisul adalah reaksi tubuh untuk mengeluarkan racun-racun dalam tubuh. Meditasilah yang mendorong tubuh melakukan itu

Sudah lama aku membaca sebuah tulisan yang mengatakan bahwa pikiran mampu mempengaruhi tubuh fisik kita. Pengetahuan tentang pikiran ini sudah aku ketahui entah dari mana. Kadang aku merasa pengetahuan yang aku dapatkan tentang sesuatu hal datang begitu saja entah dari mana datangnya. Rasanya aku tahu begitu saja tentang sesuatu hal. Mendebarlan tapi kadang menyenangkan juga.

Malam telah semakin larut. Bintang-bintang semakin menampakkan kecemerlangan sinarnya. Sesungguhnya cahaya bintang yang kita lihat ini adalah cahaya masa lalu bintang tersebut. Cahaya purba ini mungkin saja sudah berusia jutaan atau milyaran tahun. Bahkan mungkin saja bintang yang kita lihat sinarnya sekarang juga sudah tidak ada.

Sesekali terdengar kepak sayap kelelawar melewati rumah yang kutinggali.

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.